Infosumsel.com – Setelah Jembatan Kelekar di Prabumulih roboh, kembali terjadi jembatan roboh di Pemulutan Selatan Ogan Ilir. Jembatan roboh akibat dilintasi truk Fuso membawa alat berat. Akibatnya, alat berat yang dibawa ikut terperosok masuk sungai.
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat 12 Desember 2025, sekitar pukul 23.00 WIB.
Truk alat berat yang terperosok di jembatan di Pemulutan Selatan Ogan Ilir, sudah dievakuasi pada Sabtu petang 13 Desember 2025.
Meski begitu, alat berat yang tercebur ke sungai di bawah jembatan belum dievakuasi.
Menurut keterangan warga, meski sudah dievakuasi, namun akses kendaraan terutama roda empat masih terhambat.
Sebab, ada plat lantai jembatan yang patah, sehingga mempersempit jalan jembatan.
Menanggulangi persoalan ini, warga berinisiatif membuat titian darurat terbuat dari kayu.
“Kami secara swadaya merangkai batang kayu, lalu diikat, untuk dibantarkan di celah jembatan yang plat lantainya jebol. Tujuannya biar mobil tetap bisa lewat,” kata seorang warga bernama Ridho, Minggu 14 Desember 2025.
Dijelaskannya, lantai jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 4 meter itu hanya terbuat dari plat besi.
Jembatan tersebut menjadi urat nadi perekonomian warga dan menjadi penghubung Desa Sungai Lebung dengan Desa Naikan Tembakang di Kecamatan Pemulutan Selatan.
“Kalau tidak dibuatkan titian darurat, kendaraan roda empat mau lewat mana lagi? Kalau cari jalur lain pastinya jauh sekali,” tutur Ridho.
Kerusakan jembatan terjadi pada Jumat malam 12 Desember 2025, sekira pukul 23.00 saat dilewati truk muatan alat berat.
Diduga tak mampu menahan beban kendaraan dan muatannya yang mencapai puluhann ton, sehingga gelagar dan plat lantai jembatan patah.

Truk Fuso Kelebihan Beban Melintas di Jembatan Pemulutan, Jumat 12/12/2025, 23.00 dini hari.
“Harusnya jembatan cuma boleh dilewati kendaraan peibadi atau truk colt diesel muatan sedang,” kata Ridho.
Kini warga bergantian berjaga di seputar jembatan dan untuk mengawasi kendaraan roda empat yang melintas.
Warga berharap perbaikan jembatan segera dilakukan.
Dan juga meminta agar dipasang palang di kedua sisi jembatan untuk membatasi kendaraan tonase tinggi.
“Jembatan ini memang tidak dirancang untuk kendaraan besar. Ke depan perlu dicegah insiden seperti ini,” ucap Ridho.
Sementara aparat kepolisian mengimbau para pengendara hati-hati saat melintasi jembatan, selama belum ada perbaikan. (*.*) sumber : infosumsel.id





