Sidang Lanjutan Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur Ditunda

Home / Artikel / Sidang Lanjutan Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur Ditunda

shadow

Sidang Lanjutan Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur Ditunda

Ogan Komering Ilir, PERAHUKAJANG.com- Indrawati (34), warga Desa Tanjung Raja Selatan Kecamatan Tanjung Raja, orang tua korban kasus perkosaan
anak di bawah umur, hari ini (6/3/2018), tiba di Pengadilan Negeri Kayuagung bersama keluarga mengaku kecewa.

Pasalnya sidang lanjutan kasus perkosaan anak di bawah umur yang melibatkan anak kandungnya terpaksa ditunda dengan alasan dokter yang harus dihadirkan dipersidangan tidak datang.

“Saya merasa kecewa berat. Sebab pihak dokter yang dijadwalkan untuk memberikan keterangan dalam sidang ini tidak jadi datang,” ujar Indrawati, didampingi beberapa orang kerabat yang ikut menghadiri sidang.

Indrawati tidak mengetahui secara persis alasan dokter yang akan menjadi saksi dalam sidang tersebut tidak hadir.

“Saya hanya berharap agar pihak dokter yang dijadikan saksi dalam sidang yang menjadi korban anaknya, agar dapat menjelaskan apa adanya,” katanya.

“Anak saya jelas korban perkosaan oleh terdakwa Rahmat Hidayat. Oleh sebab itu, saya menuntut keadilan seadil-adilnya. Sebab masa depan anak saya hancur, lantaran anak saya tidak ingin sekolah lagi. Anak saya juga merasa malu untuk keluar rumah,” tambah Indrawati.

Dia mengungkapkan, atas kejadian ini tak hanya anaknya yang menjadi korban, bahkan dirinya merasa malu di tengah masyarakat lantaran kasus ini, sebab kasus ini berlarut-larut. Jadi saya mengharapkan pelaku di hukum seberat-beratnya, sesuai dengan hukum yang berlaku,” tuturnya dengan nada geram. 

Sekedar diketahui, bahwa sidang lanjutan kasus perkosaan anak di bawah umur dengan korban Bunga (12) nama samaran, yang digelar di Pengadilan Negeri Kayuagung, pada Selasa, 6 Maret 2018 merupakan sidang ke tiga dengan mendengarkan keterangan saksi dalam hal ini dokter dari RS Tanjung Senai, Ogan Ilir (OI).

Terdakwa dalam kasus ini, Rahmat Hidayat (20 tahun), warga Desa Belanti Kecamatan Tanjung Raja, bersekolah di SMAN 1 Tanjung Raja, OI merupakan anak salah seorang guru yang bertugas di SDN Tanjung Raja.

Kejadian bermula saat korban ditelepon agar datang ke rumah temannya (TKP), Desa Belanti Jum’at (14/4/2017), pukul 10:00 WIB pagi. Setelah korban tiba di rumah temannya, pelaku memberinya minuman hingga membuat korban pusing. Tak lama kemudian, korban ditarik ke kamar dan langsung di perkosa. Meskipun sudah meronta dan menjerit namun pelaku
tetap menyalurkan nafsu bejatnya. Atas kejadian pihak keluarga melaporkan pelaku ke pihak yang berwajib. (Syakbanudin)

Artikel Terkait

Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar