Ratusan Rumah Warga Sukadana Masih Kebanjiran

Home / Artikel / Ratusan Rumah Warga Sukadana Masih Kebanjiran

shadow

Ratusan Rumah Warga Sukadana Masih Kebanjiran

Ogan Komering Ilir, PERAHUKAJANG.com - Banjir yang melanda warga Kelurahan Sukadana, Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI) sejak Selasa, 21/11/2017 hingga kini masih menggenangi 112 rumah warga dengan ketinggian sekitar 15 cm. Kecenderungannya akan mengalami kenaikan karena limpahan air dari Sungai Komering yang masuk melalui sungai buntu.

 

Berita sebelumnya klik di sini Banjir Kembali melanda Warga Sukadana

 

Jumat, 24/11/2017 Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten OKI merilis bahwa “… curah hujan yg masih tinggi, debit air juga datang dari lebak Desa Celikah melalui Sungai Buntu yg bersumber dari Sungai Komering,” rilis yang dikeluarkan sekitar pukul 09.00 wib.

 

Sementara upaya yang dilakukan Pusdalops PB BPBD Kabupaten OKI yakni 1) Melakukan pemantauan secara rutin terhadap ketinggian air; 2). Berkoordinasi dengan para pihak sebagai upaya penanggulangan bencana; 3). Menyiapkan posko, petugas & peralatan untuk membantu masyarakat apabila sewaktu-waktu diperlukan;

 


Sedangkan pihak kontraktor utama Jalan Tol Kapalbetung, PT Waskita Karya (persero) tbk. Telah turun langsung dengan memberikan penyediaan air bersih di lokasi bencana banjir Kelurahan Sukadana.


Karena musim hujan masih berlangsung Pusdalops PB mengkhawatirkan intensitas air yang semakin tinggi sehingga debit air semakin banyak dan akan menggenangi rumah warga yang meluas lagi. Bila genangan air tidak cepat surut, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak kesehatan bagi warga yang terkena banjir. Namun hingga saat ini, ancaman terhadap keselamatan jiwa dan kesehatan masih belum ada.

 

Lantas, apa upaya yang nyata dan cepat menurunkan air hingga benar-benar surut? Warga yang tidak mau disebutkan namanya, memberikan saran, “Kalau air mau cepat turun, salah satu caranya menutup aliran Sungai Buntu agar tidak masuk ke areal Lebak Celikah. Kedua, jalan toll khusus sekitaran Celikah ini dibuat tiang pancang, atau jalan toll layang. Jangan ditimbun tanah,” tegasnya dengan nada aneh.(*)

Artikel Terkait

Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar