Diduga Akibat Penimbunan Jalan Tol, Warga Kelurahan Sukadana Kebanjiran

Home / Artikel / Diduga Akibat Penimbunan Jalan Tol, Warga Kelurahan Sukadana Kebanjiran

shadow

Diduga Akibat Penimbunan Jalan Tol, Warga Kelurahan Sukadana Kebanjiran

Kayuagung, PERAHUKAJANG.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Kayuagung semalam, berdampak pada permukaan air Sungai Komering naik. Apalagi ditambah limpahan air di atasnya yang juga mengalami hujan. Hujan kali ini, mengakibatkan perumahan penduduk yang terletak di kelurahan Sukadana dan Mangunjaya Kecamatan Kota Kayuagung tergenang air.

Khusus di Komplek Perumahan Purna Jaya dan RT 5 Kelurahan Sukadana yang dihuni sekitar 300 kepala keluarga, sedikitnya ada 20 unit rumah yang tergenang air setinggi sekitar 10 cm hingga berita ini diturunkan. Pantauan perahukajang.com, banjir ini sudah terjadi sejak 2 (dua) tahun lalu tepatnya saat pembangunan Jalan Tol Kapalbetung yang menuju Palembang mulai dibangun. Timbunan jalan tol ini yang menghambat aliran air keluar menuju rawa-rawa yang mengarah ke utara.

“Akibat pembangunan tol. Yang selama ini tidak pernah banjir sekarang banjir. 1 tahun dua kali. Para pemangku kebijakan tidur lelap disaat masyarakatnya terjaga dengan kondisi air yang terus naik,” ungkap Akmal Alkautsar yang juga sebagai ketua RT di Komplek Purna Jaya Sukadana.

img-1511257755.jpg

Kondisi yang sama terjadi setahun lalu, saat musim hujan datang, daerah ini juga mengalami kebanjiran. Namun, begitu sodetan air yang dibuat memotong timbunan jalan tol dibuat, genangan air mulai surut.

Kali ini terjadi lagi hal yang sama setahun lalu. Bisa jadi penimbunan jalan tol sudah panjang dan sodetan air yang melalui jalan tol tidak sebanding dengan air yang masuk sehingga permukaan air naik ke perumahan penduduk di sekitar jalan tol tersebut.

Sementara pihak sub kontraktor PT Prima Indojaya Mandiri (PIM) sudah berusaha membuat sodetan sebanyak 5 sodetan dari STA 0+000 hingga STA 03+500. “Kami sudah membuat 5 (lima) sodetan besar yang berukuran lebar 7-8 meter. Itu yang bisa kami perbuat untuk mengatasi banjir. Menuntut yang lebih dari itu, kami tindak sanggup karena kami hanya sub kontraktor kecil di bawah PT. Waskita Karya (persero) tbk,” ungkap karyawan PT PIM yang tidak mau disebut namanya  saat menemui warga di lokasi banjir.

Mencermati pertemuan setahun lalu di geudng DPRD OKI, antara DPRD OKI, PT Waskita Karya, PT PIM dan warga yang terkena banjir, terungkap bahwa PT Waskita Karya akan membuat box culvert dengan ukuran lebar 5 meter, tinggi 2 meter per 500 meter jalan tol. Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Waskita Karya belum bisa dihubungi.

Artikel Terkait

Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar